SAWAHLUNTO, beritafaktanews.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, bersama Pemerintah Kota Sawahlunto melaksanakan panen kopi bersama Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Balai Batu Sandaran, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Saat ini, Kelompok Tani Harapan Baru mengelola sekitar 18 hektare lahan perkebunan kopi. Dalam pengembangannya, PTBA memberikan dukungan berupa bibit kopi unggul dan berbagai peralatan pengolahan guna meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari hasil saat ini, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk berkembang dan mandiri di masa mendatang. Melalui pengembangan kopi, kami ingin menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Pjs General Manager PTBA Ombilin Mining Site, Alman Syarif, menegaskan bahwa perusahaan terus mendukung program pemberdayaan yang mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Menurut Alman, potensi kopi di Balai Batu Sandaran sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan. Kehadiran PTBA, katanya, tidak hanya sebagai perusahaan pertambangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi melalui program berkelanjutan.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan PTBA sangat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian lokal.
“Komoditas kopi memiliki prospek yang baik dan berkelanjutan untuk dikembangkan. Kami mengapresiasi PTBA yang terus aktif mendampingi masyarakat melalui program nyata seperti ini,” katanya.
Ketua Binaan Petani Kopi Sawahlunto, Beby Candra, yang akrab disapa Abi, mengungkapkan bahwa pendampingan dari PTBA telah membantu petani memahami pentingnya pengolahan pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi.
“Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa kopi Balai Batu Sandaran dapat menjadi produk unggulan daerah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke rumah pembibitan kopi milik kelompok tani. Para peserta meninjau proses pembibitan dan pengembangan tanaman kopi yang menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat binaan PTBA.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panen kopi bersama di area perkebunan. Para peserta memetik buah kopi merah yang telah matang sebagai simbol keberhasilan pengembangan komoditas kopi oleh masyarakat setempat.
Selain melihat proses budidaya, peserta juga menyaksikan tahapan pascapanen, mulai dari penggilingan hingga pengupasan kulit biji kopi menggunakan peralatan yang telah diberikan kepada kelompok tani.
Acara ditutup dengan menikmati kopi hasil kebun yang telah diolah oleh Kelompok Tani Harapan Baru di pondok pengolahan kopi. Momen tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan oleh PTBA bersama masyarakat dan pemerintah daerah.


















