JAKARTA, beritafaktanews.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadwalkan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Jumat, 10 Juli 2026, dengan total nilai mencapai Rp1,31 triliun atau setara Rp114,5 per saham.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Sementara itu, cum date dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi berlangsung pada 22 Juni 2026.
Saat cum date, harga saham PTBA ditutup di level Rp2.570 per saham, sehingga memberikan dividend yield sekitar 4,45 persen. Setelah memasuki masa ex-dividend, saham PTBA sempat mengalami tekanan sebelum bergerak stabil (sideways) sejak awal Juli. Hingga berita ini ditulis, saham PTBA diperdagangkan di kisaran Rp2.380 per saham.
Sepanjang tahun buku 2025, emiten tambang batu bara pelat merah tersebut membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,92 triliun.
Di sisi operasional, PTBA juga merilis Laporan Eksplorasi Triwulanan periode Triwulan II Tahun 2026 sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sekretaris Perusahaan PTBA, Eko Prayitno, menjelaskan bahwa kegiatan operasional penambangan dilakukan sesuai Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) yang dimiliki perusahaan di Tanjung Enim (Sumatera Selatan), Peranap (Riau), Ombilin (Sumatera Barat), serta melalui entitas anak PT Internasional Prima Coal (IPC) di Samarinda, Kalimantan Timur.
“Kegiatan eksplorasi pada Triwulan II Tahun 2026 diumumkan sebagai bagian dari ketentuan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,” ujar Eko.
Selama periode April hingga Juni 2026, PTBA mengalokasikan dana sekitar Rp29,17 miliar (unaudited) untuk kegiatan eksplorasi di Tanjung Enim Mining Site (TEMS).
Aktivitas tersebut meliputi pemetaan geologi, pengeboran inti (coring) dan open hole, logging geofisika, pengambilan serta pengujian sampel batu bara dan batuan, hingga pemantauan Top of Coal (TOC) dan Bottom of Coal (BOC).
Pada periode tersebut, PTBA melaksanakan pengeboran di empat wilayah IUP, yakni Air Laya, MTB, Banko Barat, dan Banko Tengah B, sebanyak 95 titik dengan total kedalaman 15.514 meter. Pengeboran dilakukan untuk meningkatkan akurasi model geologi sekaligus memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara.
Selain pengeboran, PTBA juga merealisasikan pengambilan 1.533 sampel batu bara, 308 sampel batuan untuk uji keasaman, serta 398 sampel batuan untuk uji mekanika. Monitoring TOC dan BOC dilakukan pada area seluas 661 hektare.
Di Ombilin Mining Site, PTBA melakukan pengeboran di 10 titik dengan total kedalaman 833,1 meter sebagai bagian dari peningkatan akurasi model geologi dan verifikasi cadangan batu bara.
Sementara itu, kegiatan eksplorasi di wilayah operasi PT Internasional Prima Coal (IPC) di Kalimantan Timur dijadwalkan mulai dilaksanakan pada semester II Tahun 2026.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen PTBA untuk menjaga keberlanjutan cadangan batu bara sekaligus mendukung operasional jangka panjang perusahaan di tengah pembagian dividen kepada para pemegang saham.
(Red)


















