banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Dugaan PETI Menggila di Sungai Pawan, Masyarakat Soroti Peran Pengawasan dan Penegakan Hukum

banner 120x600
banner 468x60

KETAPANG KALBAR, beritafaktanews.id//– Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga berlangsung bebas di aliran Sungai Pawan, Dusun Kuala Laur, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, kembali memantik kemarahan dan keresahan masyarakat.

Sebuah video yang viral di berbagai grup WhatsApp memperlihatkan puluhan ponton tambang emas diduga beroperasi secara terbuka di tengah sungai. Pemandangan tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa aktivitas yang diduga ilegal itu seolah dapat berjalan tanpa hambatan?

banner 325x300

Warga mengaku dampak yang mereka rasakan bukan lagi sekadar kekhawatiran, melainkan sudah menyentuh kebutuhan hidup sehari-hari. Sungai Pawan yang selama ini menjadi sumber air utama masyarakat disebut semakin keruh dan diduga tercemar akibat aktivitas tambang yang berlangsung di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah pembudidaya ikan mengaku mengalami kerugian setelah ikan dalam keramba mereka mati. Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan menurunnya kualitas air sungai, meski penyebab pastinya masih memerlukan kajian dan verifikasi dari instansi berwenang.

Dalam video yang beredar, terdengar suara warga yang penuh emosi meminta perhatian Kepala Desa agar segera mengambil tindakan.

“Inilah harus ditegaskan, ponton sudah ada. Kepala Desa ini bagaimana? Tolong diamankan. Sudah menyebabkan perkelahian di masyarakat, pencemaran lingkungan. Kami sudah berkelahi pagi ini. Diamankan Pak Kades tolonglah. Selain kepada Kades kepada siapa lagi kami mengadu?” ujar perekam video.

Ungkapan tersebut menggambarkan besarnya tekanan sosial yang kini dirasakan warga. Aktivitas tambang yang diduga ilegal itu disebut bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mulai memicu gesekan dan konflik antar masyarakat.

Seorang warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kondisi Sungai Pawan saat ini sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

> “Air sungai ini dipakai warga untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari. Sekarang sudah keruh. Kalau dipakai mandi kulit terasa gatal-gatal,” katanya.

Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, aktivitas PETI di kawasan tersebut sebelumnya pernah ditertibkan oleh aparat. Namun penindakan yang dilakukan diduga tidak berlangsung lama. Setelah sempat berhenti, aktivitas tambang kembali muncul bahkan dengan jumlah ponton yang disebut semakin banyak.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang diduga merusak lingkungan serta mengancam sumber penghidupan masyarakat.

Lebih jauh, berkembang pula berbagai spekulasi mengenai adanya dugaan setoran atau praktik tertentu yang membuat aktivitas tambang dapat terus berlangsung. Namun informasi tersebut hingga kini masih berupa dugaan yang belum terverifikasi dan memerlukan pembuktian berdasarkan fakta hukum.

Tak hanya itu, sebagian warga juga mulai mempertanyakan peran sejumlah pihak yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam merespons keluhan masyarakat. Dugaan adanya pembiaran bahkan turut menjadi perbincangan di tengah warga, meskipun tuduhan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Penjawaan, aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai aktivitas yang terekam dalam video tersebut.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi lingkungan hidup segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Warga meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum maupun pencemaran lingkungan yang merugikan masyarakat.

Pertanyaannya kini sederhana namun mengusik banyak pihak: jika keresahan warga sudah disuarakan secara terbuka dan aktivitas itu terlihat jelas di lapangan, kapan tindakan nyata akan dilakukan?

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *