banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Uji Sampel Takjil di Kayuagung, BBPOM: Tidak Ditemukan Bahan Berbahaya

banner 120x600
banner 468x60



OKI, Beritafaktanews.id//— Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan pemeriksaan keamanan pangan terhadap jajanan takjil yang dijual di kawasan Kayuagung, Jumat (6/3).

Pemeriksaan dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling guna memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat selama bulan Ramadan aman dari bahan berbahaya.

banner 325x300

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan uji cepat (rapid test kit) terhadap sekitar 20 sampel makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang takjil. Sampel yang diperiksa meliputi cendol, cincau, berbagai minuman berwarna mencolok, es campur, serta makanan seperti pempek, tahu isi, sosis, dan bakso bakar.

Pengujian difokuskan pada kemungkinan kandungan bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan kuning metanil.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji dinyatakan negatif (-) dari kandungan bahan berbahaya tersebut sehingga dinilai aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Muhammad Lubis, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi jajanan selama Ramadan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan bahwa makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat, khususnya takjil, benar-benar aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kualitas dan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.

“Kami berharap para pedagang terus mempertahankan praktik penjualan yang baik dengan tidak menggunakan bahan berbahaya, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksaan sekaligus Koordinator Substansi Pemeriksaan BBPOM Palembang, Aquina Leonora, S.Si., Apt, menjelaskan bahwa penggunaan mobil laboratorium keliling memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan langsung di lapangan dengan hasil yang cepat.

“Mobil laboratorium keliling ini dilengkapi peralatan uji cepat untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan kuning metanil pada pangan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pengawasan pangan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada momen meningkatnya konsumsi masyarakat seperti bulan Ramadan.

“Kami ingin memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman dan memenuhi standar, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi,” tutupnya.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *