KOTA METRO, beritafaktanews.id – RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro menyambut kehadiran Tim Visitasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Kunjungan itu bakal berlangsung pada 21 sampai 22 Mei 2026.
Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, Eko Hendro Saputro mengatakan, hasil visitasi mengonfirmasi instansi yang ia pimpin layak sebagai rumah sakit jejaring pengampu layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tingkat Nasional.
“Penilaian itu didasarkan pada kelengkapan sarana, prasarana, dan peralatan kesehatan yang dimiliki rumah sakit, serta keberadaan dokter subspesialis fetomaternal yang masih tergolong langka di Indonesia,” kata Eko, Rabu, 17/6/2026.
Menyusul pernyataan tersebut, Eko menuturkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas seluruh tenaga kesehatan, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Karena tentu saja penetapan RSUD Ahmad Yani sebagai rumah sakit jejaring pengampu layanan KIA ini merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Ini menjadi bukti bahwa pelayanan yang kami bangun telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.
Menurut Eko, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. RSUD Jenderal Ahmad Yani saat ini didukung oleh dua dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dua dokter spesialis anestesi.
RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro juga memiliki Tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) yang siaga selama 24 jam untuk menangani kondisi darurat ibu hamil, persalinan, dan bayi baru lahir. Kesiapan layanan itu diperkuat dengan tenaga bidan dan perawat yang telah mendapatkan pelatihan PONEK, NICU, dan PICU.
Dari sisi fasilitas, lanjut Eko menjelaskan, RSUD Jenderal Ahmad Yani juga telah memiliki bank darah berstandar, peralatan neonatus yang memadai, ventilator transport, ruang NICU Perina yang representatif, ruang laktasi, alat Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), USG, serta fasilitas kamar operasi yang terintegrasi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang bersalin, dan poli pelayanan.
Tim visitasi juga menilai, pelayanan neonatus di RSUD Ahmad Yani telah berjalan baik dan berpotensi menjadi pusat rujukan neonatus di wilayah sekitarnya. Sepanjang 2025, tercatat pelayanan antenatal care sebanyak 37 kasus, pelayanan persalinan sebanyak 201 kasus, dengan angka kematian maternal sebanyak empat kasus dan kematian neonatal sebanyak 18 kasus.
Kendati demikian, Eko menegaskan, status tersebut bukan tujuan akhir yang ingin dicapai. Tantangan ke depan justru semakin besar dalam menjaga dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.
“Menjadi rumah sakit pengampu layanan KIA bukan akhir dari perjalanan kami. Tantangan ke depan jauh lebih berat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan. Apabila rumah sakit tidak mampu menjaga kualitas layanan, maka akan ditinggalkan masyarakat. Sebaliknya, jika mutu pelayanan terus ditingkatkan dan dipertahankan, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,” pungkasnya.


















