beritafaktanews.id — Dunia penegakan hukum di Indonesia sering kali diidentikkan dengan dunia maskulin yang keras. Namun, stigma itu runtuh berkeping-keping ketika kita menengok rekam jejak Basaria Panjaitan. Perempuan kelahiran 20 Desember 1957 ini bukan sekadar melintas di koridor hukum tanah air—ia mendobrak dinding tebal patriarki dan mengukir namanya dengan tinta emas sebagai salah satu srikandi paling berpengaruh dalam sejarah modern Indonesia.Tidak tanggung-tanggung, dua rekor besar sekaligus berhasil dipecahkannya: menjadi Polwan bintang dua pertama di Polri, sekaligus perempuan pertama yang menduduki kursi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana kisah lengkap sang pendobrak batas ini?1. Menembus Langit Tertinggi Korps Bhayangkara
Langkah awal Basaria di dunia kepolisian dimulai ketika ia bergabung dengan Sepamilsukwan Polri (Angkatan I 1983/1984). Setelah digembleng di Sekolah Calon Perwira (Sepa) Polri di Sukabumi, ia lulus dengan pangkat Letnan Dua dan langsung diterjunkan ke medan yang menantang: Reserse Narkoba Polda Bali.Karier Basaria terus melesat berkat ketangguhannya di bidang reserse. Hingga pada Oktober 2015, sejarah besar tercipta. Melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor: 81/Polri RI/Tahun 2015, Basaria resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen).Pecah Rekor: Pangkat jenderal bintang dua ini menjadikannya sebagai perempuan pertama dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berhasil menembus level tersebut.2. Nyali Besi Sang Penyidik: Pernah Memeriksa Mantan Kabareskrim
Karier Basaria dihabiskan dengan malang melintang di berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kabag Serse Narkoba Polda NTB, Dirserse Kriminal Polda Kepulauan Riau, hingga ditarik ke Mabes Polri sebagai penyidik utama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim.Di Mabes Polri inilah nyali besinya benar-benar diuji. Basaria tercatat pernah memimpin pemeriksaan terhadap mantan bosnya sendiri, yakni mantan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji, terkait dugaan pelanggaran kode etik. Tugas berat ini diselesaikannya dengan profesional, membuktikan bahwa baginya, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.Di sela-sela kesibukannya mengejar penjahat, Basaria juga tidak melupakan pendidikan. Ia sukses mengantongi gelar Magister Hukum Ekonomi dari Universitas Indonesia, yang membuat analisis hukumnya makin tajam.3. Babak Baru di KPK: Menjadi Perempuan Pertama di Pucuk Pimpinan
Belum reda kekaguman publik atas pangkat bintang duanya, pada Desember 2015, Basaria kembali menggebrak panggung nasional. Ia mengikuti seleksi terbuka calon komisioner KPK yang digelar oleh Komisi III DPR RI.Hasilnya? Basaria terpilih dan resmi dilantik menjadi salah satu Wakil Ketua KPK periode 2015–2019. Jabatan ini menobatkan dirinya sebagai perempuan pertama yang berhasil menembus jajaran pimpinan KPK sejak lembaga antirasuah tersebut didirikan. Kehadirannya memberikan warna baru sekaligus kekuatan moral bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam perang melawan korupsi di Indonesia.Garis Waktu Perjalanan Karier Sang Srikandi:Tahun / Periode
Rekam Jejak & Jabatan Penting
1983/1984
Lulus Sepa Polri, mengawali karier di Reserse Narkoba Polda Bali.1997 – 2004
Menjabat Kabag Serse Narkoba Polda NTB, NTT, hingga Polda Jawa Barat.2006 – 2008
Menjabat Direktur Reserse Kriminal Polda Kepulauan Riau (Batam).2009 – 2010
Dipercaya sebagai Kapusprovos Divpropam Polri dan Karo Bekum SDelog Polri.2010 – 2015
Mengabdi sebagai Widyaiswara Madya Sespim Polri Lemdikpol.Oktober 2015Pecah Rekor I: Sah menjadi Polwan pertama berpangkat Irjen (Bintang Dua).Desember 2015
Pecah Rekor II: Terpilih menjadi perempuan pertama sebagai Komisioner KPK.Kisah Basaria Panjaitan adalah bukti nyata bahwa batasan gender bisa diruntuhkan dengan dedikasi, integritas, dan kerja keras. Dari lapangan reserse, ruang sidang etik, hingga meja pimpinan KPK, ia telah meletakkan standar yang sangat tinggi bagi generasi muda—khususnya kaum perempuan—untuk tidak takut bermimpi dan memimpin di garis depan penegakan hukum Indonesia.


















