banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Israel Dicegat Armada Kemanusiaan Global Sumud Flotilla, 9 WNI Disebut Ikut Ditahan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, beritafaktanews.id// – Pasukan Israel dilaporkan mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional dekat Siprus, Senin (18/5/2026). Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua jurnalis Republika, yang disebut ikut menjadi korban penahanan oleh tentara Israel.

 

banner 325x300

Koalisi aktivis pro-Palestina menyatakan armada yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza itu dicegat sekitar 250 mil laut dari Gaza, di wilayah barat Siprus.

 

Global Sumud Flotilla menyebut pasukan bersenjata Israel naik ke sejumlah kapal dalam tindakan yang mereka sebut sebagai “pembajakan ilegal” di perairan internasional.

 

Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi terkait intersepsi terbaru tersebut. Namun sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut armada itu sebagai “provokasi demi provokasi” dan menegaskan tidak akan membiarkan blokade laut terhadap Gaza ditembus.

 

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengatakan terdapat sembilan relawan asal Indonesia dalam rombongan Global Sumud Flotilla, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

 

“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ujar Andi dalam unggahan Instagram Republika.

 

Ia juga mengecam tindakan militer Israel yang melakukan intersepsi terhadap kapal bantuan kemanusiaan tersebut.

 

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” katanya.

 

Sebelumnya, akun Instagram Republika juga mengunggah video Bambang Daryono alias Abeng yang mengaku menjadi peserta misi kemanusiaan tersebut.

 

“Saya Bambang Daryono alias Abeng. Saya warga Indonesia. Saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026,” ujar Abeng sambil menunjukkan paspornya dalam video.

 

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel dan meminta pemerintah Indonesia agar selalu mendukung kemerdekaan Palestina,” tambahnya.

 

Republika menyebut intersepsi dilakukan sekitar pukul 11.00 waktu Turkiye di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza. Dalam unggahan itu juga disebutkan jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang berada di kapal Boralize ikut ditahan tentara Israel.

 

Sebelum komunikasi terputus, Bambang dilaporkan sempat melihat kapal perang berada sangat dekat dengan kapal yang ditumpanginya.

 

Media internasional melaporkan armada Global Sumud Flotilla terdiri dari lebih dari 50 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza melalui Laut Mediterania. Armada tersebut diberangkatkan dari pelabuhan Marmaris, Turkiye.

 

Para aktivis menilai bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan warga Gaza yang menghadapi kondisi kemanusiaan buruk akibat blokade berkepanjangan.

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyatakan operasi kemanusiaan di Gaza masih terhambat pembatasan masuknya generator cadangan, bahan bakar, suku cadang penting, dan perlengkapan lainnya. PBB juga menyebut sebagian bantuan yang telah disetujui Israel justru dikembalikan dan tidak masuk ke Gaza.

 

Bulan lalu, Israel juga dilaporkan mencegat 22 kapal dari armada yang sama di dekat Kreta, Yunani. Saat itu sekitar 175 aktivis ditahan sebelum sebagian besar dibebaskan sehari kemudian setelah muncul kecaman internasional.

 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

 

Kemlu RI menyebut sedikitnya 10 kapal telah ditangkap, termasuk Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

 

(Redaksi)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *