AMBON, beritafaktanews.id//– Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian serta dukungan sosial dan spiritual bagi warga binaan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku menjalin sinergitas bersama Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan itu turut dihadiri seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka.UPT) Pemasyarakatan se-Kota Ambon serta para Pejabat Administrator di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku.
Kehadiran para pimpinan pemasyarakatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kolaborasi lintas sektor guna mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek mental, spiritual, dan sosial warga binaan. Menurutnya, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh aspek pengamanan, tetapi juga melalui pendekatan pembinaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.
“Sinergi ini menjadi energi positif dalam memperkuat proses pembinaan warga binaan agar mampu memperbaiki diri, membangun harapan baru, serta siap kembali dan diterima di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui sinergitas tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama di bidang pembinaan kerohanian, pendampingan sosial, pelayanan keagamaan, hingga kegiatan edukatif dan motivatif bagi warga binaan maupun petugas pemasyarakatan yang ditandai dengan penandatanganan MoU.
Ketua Sinode GPM, Pdt. S.I. Sapulette, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbangunnya kolaborasi bersama Kanwil Ditjenpas Maluku. Ia menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan pelayanan dan penguatan spiritual bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan dan pelayanan gereja untuk menghadirkan harapan, pemulihan, dan penguatan moral bagi warga binaan agar mereka memiliki semangat baru dalam menjalani proses pembinaan,” ungkapnya.
Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaboratif antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik, humanis, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Dengan terbangunnya sinergitas ini, Kanwil Ditjenpas Maluku optimistis pembinaan warga binaan akan semakin efektif serta mampu mendorong terciptanya reintegrasi sosial yang lebih baik di masa mendatang. (C)”’


















