SUMSEL, beritafaktanews.id//– Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 di Sumatera Selatan dipastikan diwarnai aksi massa. Sekitar 1.000 buruh dijadwalkan turun ke jalan di Palembang untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait ketenagakerjaan dan kebijakan pemerintah.
Aksi akan dipusatkan di dua titik strategis, yakni Kantor Gubernur Sumatera Selatan dan DPRD Sumsel. Massa mulai berkumpul di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) pada pukul 13.00 WIB, sebelum melakukan long march dan konvoi menuju lokasi aksi.
Humas Kasbi Sumsel, Cerah Buana, menyampaikan bahwa tuntutan yang dibawa merupakan hasil konsolidasi berbagai federasi dan konfederasi serikat buruh, bersama Partai Buruh Sumsel.
“Ada sekitar 1.000 massa yang akan menggelar aksi May Day di Palembang. Tujuh tuntutan ini adalah suara bersama buruh di Sumsel,” ujarnya.
Tujuh Tuntutan Buruh
Dalam aksi tersebut, buruh akan menyuarakan sejumlah isu utama, di antaranya:
Mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru
Menolak sistem outsourcing dan upah murah (HOSTUM)
Reformasi pajak, termasuk penolakan pajak THR dan pensiun
Pembentukan dewan pengupahan di seluruh kabupaten/kota di Sumsel
Penuntasan kasus pelanggaran hak buruh dan pembayaran hak PHK
Penegakan sanksi tegas terhadap pengusaha pelanggar aturan
Evaluasi serta sanksi bagi pejabat Disnakertrans yang dinilai lalai
Selain aksi turun ke jalan, peringatan May Day juga akan diisi dengan pendekatan dialog. Sekretaris DPD KSPSI Sumsel, Cecep Wahyudin, menyebut pihaknya akan menggelar sarasehan bersama gubernur dan unsur Forkopimda.
“Ada dua pola. Selain aksi damai di DPRD, kami juga akan menyampaikan aspirasi melalui dialog langsung dengan pemerintah,” jelasnya.
Aksi ini diperkirakan akan berdampak pada arus lalu lintas di pusat kota Palembang, khususnya di sekitar jalur yang dilalui massa dari BKB menuju Kantor Gubernur dan DPRD Sumsel. Masyarakat diimbau menyesuaikan waktu dan rute perjalanan.
(R01-R12-Red-BFN)


















