JAKARTA, beritafaktanews.id//– Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi menyoroti dugaan penggelembungan harga (markup) dalam proyek pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp700 ribu per pasang. Proyek tersebut dikabarkan menelan anggaran hingga Rp27 miliar dan memicu sorotan publik.
Dilansir dari Jawa Pos, polemik mencuat setelah masyarakat mempertanyakan kewajaran harga pengadaan sepatu tersebut. Sejumlah produsen lokal bahkan disebut mengonfirmasi bahwa harga asli produk mereka berada jauh di bawah angka yang tercantum dalam proyek pengadaan.
Menanggapi isu itu, KPK melalui Direktorat Monitoring pada Senin (4/5/2026) menyatakan telah melakukan pendampingan serta kajian intensif guna mencegah potensi kerugian negara, khususnya pada sektor pengadaan barang dan jasa yang selama ini dinilai rawan praktik korupsi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) masih menjadi salah satu area dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap penyimpangan.
“Penguatan pencegahan korupsi juga menjadi titik krusial mengingat sektor PBJ masih memiliki tingkat kerawanan yang relatif tinggi,” ujar Budi Prasetyo.
Sorotan terhadap proyek pengadaan sepatu Sekolah Rakyat ini pun memicu desakan agar proses pengadaan dilakukan secara transparan dan akuntabel, termasuk membuka rincian spesifikasi barang, mekanisme tender, hingga perusahaan penyedia yang terlibat dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
(R01-R12-Red-BFN)


















