PALEMBANG, beritafaktanews.id//– Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho meminta jajaran Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam upaya antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan.
Hal tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang TIK, Bidang Hukum (Bidkum), Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas), dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel Tahun 2026 di Hotel Salatin, Palembang, Selasa (2/6/2026).
Rakernis tersebut dihadiri Irwasda Polda Sumsel, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, serta unsur pimpinan dari empat bidang terkait. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi internal kepolisian guna memperkuat sistem pendukung dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Dalam arahannya, Irjen Pol Sandi Nugroho memberikan perhatian khusus terhadap upaya perlindungan lingkungan, terutama menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat seiring perubahan cuaca pada pertengahan tahun 2026.
“Karakteristik wilayah Sumatera Selatan yang memiliki banyak lahan gambut membuat proses pemadaman sangat sulit apabila api sudah membesar. Karena itu, langkah paling strategis adalah melakukan mitigasi dan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolda.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kapolda menginstruksikan Bidang TIK agar mengoptimalkan pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit serta penggunaan alat pemantau kelembapan tanah di wilayah gambut. Data yang diperoleh dari kedua sistem tersebut diharapkan dapat terintegrasi sehingga personel di lapangan dapat mengambil langkah cepat sebelum lahan menjadi kering dan rentan terbakar.
Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh fungsi kepolisian tanpa ego sektoral.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita tidak membutuhkan superman, tetapi kita membutuhkan super team yang mampu bekerja sama. Setiap dinamika yang ada harus mampu kita ubah menjadi peluang untuk menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai cooling system di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kapolda menjelaskan, pemanfaatan teknologi oleh Bidang TIK harus didukung strategi komunikasi publik yang humanis dari Bidhumas untuk mengedukasi masyarakat. Sementara Bidkum memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai koridor hukum, dan Biddokkes menjamin kesiapan fisik serta kesehatan personel yang bertugas di lapangan.
Ia berharap Rakernis Gabungan tersebut mampu menghasilkan perencanaan berbasis risiko yang terukur dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui optimalisasi teknologi dan kolaborasi lintas fungsi, Polda Sumsel optimistis langkah antisipasi karhutla tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu menjaga Sumatera Selatan tetap aman, sejuk, dan terbebas dari ancaman kabut asap demi kelestarian Bumi Sriwijaya.


















