PALEMBANG, beritafaktanews.id//— Fenomena “lupa diri” dinilai semakin banyak terjadi di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Sikap sombong, merasa paling hebat, hingga melupakan jasa orang lain disebut menjadi gejala yang sering terlihat dalam kehidupan sosial maupun dunia pekerjaan.
Dalam tulisan opini bertajuk “Hindari Penyakit Lupa Diri”, dijelaskan bahwa seseorang yang terkena “penyakit lupa diri” biasanya mulai merasa dirinya paling baik dan paling unggul dibanding orang lain. Sikap tersebut dinilai dapat menjerumuskan seseorang ke dalam bahaya besar karena melupakan prinsip-prinsip kehidupan yang sebenarnya.
“Orang yang lupa diri biasanya melupakan asal-usulnya sendiri. Ketika sudah memiliki pekerjaan, jabatan, atau kedudukan, mereka lupa masa-masa sulit saat belum memiliki apa-apa,” isi tulisan tersebut.
Tulisan itu juga menyoroti perilaku sebagian orang yang meremehkan pihak lain setelah merasa sukses. Padahal, menurut penulis, keadaan hidup dapat berubah sewaktu-waktu dan manusia tidak boleh sombong terhadap sesama.
Selain itu, tulisan tersebut turut menyinggung dunia media dan kewartawanan. Disebutkan bahwa ada oknum wartawan yang setelah mendapat pengalaman dan bimbingan dari wartawan senior, kemudian melupakan pihak yang pernah mendidiknya.
Penulis juga mengingatkan bahwa membangun media, baik media cetak maupun media online, membutuhkan biaya besar dan perjuangan yang tidak mudah. Karena itu, seseorang diminta untuk menghargai proses dan tidak hanya mengejar identitas profesi semata.
“Jangan sampai setelah mendapatkan KTA wartawan, justru tidak aktif membuat berita dan hanya mencari keuntungan pribadi,” tulisnya.
Di akhir tulisan, masyarakat diajak untuk selalu rendah hati, menghargai jasa orang lain, serta tidak mudah terlena dengan jabatan maupun keberhasilan yang dimiliki saat ini.
(Red)


















