banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Kinerja Operasional PTBA 2025 Tumbuh, Penjualan Tembus 45,4 Juta Ton

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Beritafaktanews.id//— PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Grup MIND ID, mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 di tengah tekanan harga batu bara global.

Sepanjang tahun lalu, PTBA berhasil meningkatkan volume produksi sebesar 9 persen menjadi 47,2 juta ton. Sementara volume penjualan naik 6 persen menjadi 45,4 juta ton.

banner 325x300

Sejalan dengan peningkatan produksi dan penjualan, volume angkutan batu bara juga tumbuh 6 persen dari 38,2 juta ton menjadi 40,4 juta ton pada 2025.

Capaian positif tersebut menunjukkan keberhasilan strategi adaptif perusahaan dalam menjaga kesinambungan pasokan energi, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.

PTBA tetap menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional dengan mengalokasikan 54 persen dari total penjualan untuk pasar domestik. Di sisi lain, perusahaan juga terus memperluas pasar ekspor yang kini menyumbang 46 persen dari total penjualan.

Selain mempertahankan pasar utama di Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, PTBA juga berhasil menembus pasar baru di Eropa, yakni Spanyol dan Rumania.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengatakan capaian operasional sepanjang 2025 menjadi bukti ketahanan bisnis perusahaan di tengah fluktuasi harga batu bara global.

“Tahun 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22 persen, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa pasar global,” ujarnya.

Meski profitabilitas mengalami tekanan akibat turunnya harga batu bara, PTBA tetap mencatatkan kinerja keuangan yang sehat. Sepanjang 2025, laba bersih tercatat sebesar Rp2,93 triliun dengan EBITDA mencapai Rp6,08 triliun.

Perusahaan juga mencatatkan kenaikan arus kas operasi sebesar 24 persen menjadi Rp6,26 triliun, yang mencerminkan fundamental bisnis yang tetap kuat.

Di sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp43,92 triliun, didorong oleh penambahan aset tetap strategis. Sementara realisasi belanja modal atau capital expenditure (CapEx) mencapai Rp4,55 triliun yang difokuskan untuk pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Memasuki 2026, PTBA menyambut positif persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pemotongan volume produksi. Perseroan menargetkan produksi dan penjualan masing-masing sebesar 49,5 juta ton pada tahun ini.

Arsal menambahkan, strategi cost leadership melalui selective mining dan optimasi rantai pasok akan terus menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga daya saing.

“Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan, serta tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, PTBA optimistis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian nasional dan ketahanan energi,” pungkasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *