banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Isu kesehatan Yang Menimpa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Belakangan Ini Kembali Mengingatkan Publik

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Beritafaktanews.id//— Isu kesehatan yang menimpa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belakangan ini kembali mengingatkan publik pada kasus serupa yang pernah terjadi di pucuk kepemimpinan negara tersebut.

Nama Ariel Sharon menjadi contoh paling nyata bagaimana kondisi kesehatan dapat secara drastis mengakhiri kekuasaan seorang pemimpin di tengah konflik berkepanjangan.

banner 325x300

Pada 2005, Sharon mengalami stroke berat yang memaksanya mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Israel.

Sejak saat itu, ia menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma berkepanjangan. Laporan The Independent menyebutkan, selama bertahun-tahun Sharon hanya terbaring dengan bantuan alat medis, menerima asupan melalui selang, serta menunjukkan respons yang sangat minim terhadap lingkungan sekitar.

Secara medis ia dinyatakan hidup, namun hampir tanpa interaksi, sebuah kondisi yang memperlihatkan kontras tajam dari sosoknya yang dahulu dikenal kuat dan dominan di medan perang.

Sharon akhirnya meninggal dunia pada 11 Januari 2014 dalam usia 85 tahun.
Sebelum jatuh sakit, Sharon dikenal sebagai tokoh militer sekaligus politikus yang kontroversial. Dalam buku Warrior: The Autobiography of Ariel Sharon, disebutkan bahwa sejak muda ia telah aktif dalam gerakan Zionisme dan terlibat langsung dalam konflik bersenjata dengan rakyat Palestina.

Karier militernya menanjak sejak Perang Arab-Israel 1948, di mana ia berperan dalam mempertahankan Yerusalem. Kesuksesannya berlanjut dalam sejumlah konflik besar lain seperti Krisis Suez 1956, Perang Enam Hari 1967, dan Perang Yom Kippur 1973.

Namun, reputasinya juga dibayangi berbagai kontroversi. Sejumlah operasi militer yang dipimpinnya menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar, termasuk dalam Pembantaian Qibya 1953 dan Pembantaian Sabra dan Shatila 1982. Peristiwa terakhir memicu kecaman luas dari dunia internasional dan membuatnya dijuluki sebagai “tukang jagal”.

Usai pensiun dari militer, Sharon beralih ke dunia politik dan terpilih sebagai Perdana Menteri Israel ke-11 pada 2001. Selama masa kepemimpinannya, ia tetap dikenal dengan kebijakan keras, termasuk operasi militer di wilayah Palestina serta pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat.

Karier politiknya berakhir mendadak setelah serangan stroke yang membuatnya koma hingga akhir hayat. Posisi Perdana Menteri kemudian diambil alih oleh Ehud Olmert.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *