SAKTI PIDIE, Beritafaktanews.id//— Pemerintah Kecamatan Sakti di bawah pimpinan Camat Masyitah menggelar rapat percepatan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh geuchik se-Kecamatan Sakti.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) serta Qanun Kabupaten Pidie yang menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan gampong.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa penyusunan APBG Tahun 2026 akan difokuskan pada program perhijauan yang mengedepankan kearifan lokal serta mencerminkan ciri khas Kabupaten Pidie.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah pengembangan tanaman melinjau yang dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya bagi masyarakat.
Camat Sakti, Masyitah, menegaskan bahwa program perhijauan berbasis potensi lokal diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pidie dikenal dengan melinjau. Melalui program ini, kita tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, rapat juga menyoroti implementasi Perbup terkait evaluasi dan peninjauan program pembangunan gampong agar lebih terarah, transparan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Dalam sesi diskusi, para geuchik turut menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait rencana pembangunan kantor “Merah Putih” di masing-masing gampong. Keterbatasan lahan kosong menjadi salah satu hambatan utama dalam merealisasikan program tersebut.
Meski demikian, dukungan masyarakat terhadap program pemerintah, terutama dalam pengembangan tanaman melinjau, dinilai cukup tinggi.
Hal ini sejalan dengan identitas Kabupaten Pidie yang dikenal dengan komoditas tersebut.
Pemerintah Kecamatan Sakti berharap melalui rapat ini, seluruh gampong dapat segera menyusun APBG Tahun 2026 secara tepat waktu, terarah, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat potensi lokal daerah.
(R.01/R024/HS Red/BPN)


















