banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Kematian dr. Icha Mengguncang NTT

banner 120x600
banner 468x60

KUPANG NTT, beritafaktanews.id – Kepergian dr. Eliza Pricilla Utami Pakaenoni atau dr. Icha menjadi duka mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dokter muda yang dikenal berdedikasi itu ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Baumata, Kabupaten Kupang, pada 26 Juni 2026.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas setelah keluarga dan rekan sejawat menyebut dr. Icha diduga mengalami tekanan psikologis usai menghadapi situasi penuh tekanan saat bertugas menangani pasien korban gigitan ular di IGD RS Leona Kefamenanu, pada 13 Juni 2026.

banner 325x300

Saat itu, seorang pasien berusia 19 tahun dirujuk ke RS Leona. Setelah melakukan pemeriksaan sesuai prosedur dan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

dr. Icha memutuskan pasien belum direkomendasikan menerima serum anti-bisa ular tertentu berdasarkan kondisi medis saat itu. Di sisi lain, rumah sakit juga tidak memiliki stok anti-venom yang diminta keluarga.

Penjelasan tersebut tidak diterima oleh sebagian anggota keluarga pasien. Situasi di IGD memanas ketika seorang anggota keluarga mengaku sebagai anggota DPRD TTU dan berbicara dengan nada tinggi.

Tidak lama kemudian, dua anggota DPRD lainnya yang disebut berinisial RT dan TL ikut datang menyampaikan protes keras. Di tengah tekanan tersebut, dr. Icha tetap berusaha memberikan penjelasan medis, namun akhirnya menangis.

Pasien kemudian menjalani perawatan hingga 16 Juni 2026 sebelum dipulangkan atas permintaan keluarga. Saat ini pasien dilaporkan dalam kondisi sehat.

Sementara itu, menurut keluarga dan rekan kerja, dr. Icha mengalami trauma dan tekanan psikologis setelah peristiwa tersebut. Kondisi kesehatannya disebut terus menurun hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada 26 Juni 2026.

Penyebab pasti kematiannya masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Kasus ini memicu perhatian publik di tingkat daerah maupun nasional. Kementerian Kesehatan RI menyampaikan belasungkawa dan memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh.

IDI NTT juga meminta adanya regulasi yang lebih kuat untuk melindungi tenaga kesehatan dari intimidasi saat menjalankan tugas. Di sisi lain, polisi disebut telah meminta keterangan sejumlah anggota DPRD TTU terkait dugaan intimidasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa tenaga kesehatan membutuhkan perlindungan, baik secara hukum maupun psikologis, agar dapat menjalankan profesinya dengan aman, profesional, dan tanpa rasa takut. (R 33)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *