banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

FBI Tawarkan Rp3,5 Miliar untuk Penangkapan Eks Intelijen AS yang Membelot Ke Iran

banner 120x600
banner 468x60

WASHINGTON, beritafaktanews.id//- Federal Bureau of Investigation (FBI) menawarkan hadiah sebesar USD 200.000 atau setara Rp3,5 miliar bagi siapa saja yang memiliki informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Monica Witt, mantan spesialis intelijen Angkatan Udara Amerika Serikat yang dituduh melakukan spionase untuk Iran.

 

banner 325x300

Dalam pengumuman resmi pada Kamis (14/5/2026), FBI menyatakan bahwa perburuan terhadap Witt masih terus berlangsung. Otoritas keamanan AS meyakini Witt hingga kini masih bersembunyi di Iran dan tetap membantu aktivitas siber yang dianggap mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

 

“FBI tidak melupakan kasus ini. Kami yakin bahwa di tengah situasi penting yang sedang terjadi di Iran saat ini, ada seseorang yang mengetahui keberadaannya,” ujar Daniel Wierzbicki, Kepala Divisi Kontraintelijen dan Siber FBI Washington Field Office, seperti dikutip dari CNN.

 

Kasus ini bermula dari karier Witt saat masih aktif di militer AS. Pada periode 2003 hingga 2008, ia bertugas sebagai perwira kontraintelijen di Air Force Office of Special Investigations (AFOSI) dan terlibat dalam sejumlah operasi rahasia di kawasan Timur Tengah.

 

Setelah keluar dari militer dan bekerja sebagai kontraktor pertahanan, Witt kemudian membelot ke Iran. Pada Agustus 2013, ia diketahui terbang ke Teheran dan menetap di negara tersebut. Pemerintah Iran disebut memberikan fasilitas tempat tinggal serta perangkat komputer untuk mendukung aktivitas intelijennya.

 

Karena berada di luar yurisdiksi hukum AS, Witt tidak langsung diproses secara hukum. Aparat intelijen Amerika membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan bukti digital terkait dugaan kerugian keamanan yang ditimbulkan akibat aksinya.

 

Penyelidikan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Februari 2019 ketika United States Department of Justice merilis dokumen dakwaan resmi terhadap Witt. Saat itu, Asisten Jaksa Agung John Demers menuduh Witt membocorkan program intelijen militer rahasia tingkat tinggi (Special Access Program) serta mengungkap identitas agen-agen rahasia AS kepada pihak Iran.

 

Jaksa penuntut menyebut, sepanjang Januari 2012 hingga Mei 2015, Witt diduga bekerja sama dengan intelijen Iran untuk menyerahkan dokumen pertahanan nasional AS. Informasi tersebut kemudian digunakan oleh empat peretas asal Iran—yang turut didakwa pada 2019—untuk menyerang sistem komputer dan mencuri identitas personel militer Amerika Serikat lainnya.

 

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *