banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Kinerja 1Q2026 Tetap Solid, PT Bukit Asam Tbk Bukukan Laba Rp801,79 Miliar

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, 30 APRIL 2026 beritafaktanews//– PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid pada kuartal I 2026, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan dinamika pasar global.

 

banner 325x300

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp801,79 miliar atau tumbuh 105% secara tahunan (YoY), dengan EBITDA mencapai Rp1,55 triliun. Margin laba bersih tercatat sebesar 8%, sementara EBITDA margin berada di level 16%.

 

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan ketahanan operasional perusahaan di tengah tekanan eksternal.

 

“Di tengah curah hujan tinggi pada awal tahun, kami mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent serta disiplin efisiensi dan selective mining,” ujarnya.

 

Penjualan Stabil, Produksi Turun

 

Secara operasional, volume produksi batu bara tercatat turun 22% YoY menjadi 6,62 juta ton. Namun demikian, volume penjualan relatif stabil di angka 10,16 juta ton atau hanya turun 1% YoY.

 

Penjualan domestik justru mengalami kenaikan 4% menjadi 5,37 juta ton, sementara ekspor turun 6% menjadi 4,79 juta ton. Komposisi penjualan didominasi pasar domestik sebesar 53%, dengan sisanya ekspor ke negara seperti Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand.

 

Efisiensi Dorong Laba

 

Pendapatan usaha tercatat Rp9,93 triliun, relatif stagnan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 1% YoY menjadi penopang di tengah penurunan volume.

 

Sementara itu, beban pokok pendapatan turun 6% menjadi Rp8,39 triliun, seiring penurunan aktivitas produksi dan stripping ratio yang lebih rendah (5,31x dari 6,42x).

 

Efisiensi ini berdampak signifikan pada:

 

Laba kotor naik 47% menjadi Rp1,54 triliun

 

Laba usaha melonjak 98% menjadi Rp878,03 miliar

 

 

Struktur Keuangan Membaik

 

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat Rp43,23 triliun atau turun 2%. Namun, struktur keuangan menunjukkan perbaikan dengan:

 

Liabilitas turun 8% menjadi Rp19,56 triliun

 

Ekuitas naik 5% menjadi Rp23,67 triliun

 

Pinjaman bank turun signifikan 37%

 

 

Arus Kas dan Investasi

 

Arus kas operasi meningkat tajam 70% YoY menjadi Rp2,06 triliun, terutama karena penurunan pembayaran jasa pihak ketiga.

 

Di sisi lain:

 

Arus kas investasi meningkat menjadi Rp1,06 triliun

 

Arus kas pendanaan naik menjadi Rp1,34 triliun, seiring pembayaran pinjaman

 

 

Belanja modal hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp470 miliar atau 13% dari target tahunan Rp3,64 triliun, dengan fokus pada pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

 

Outlook 2026

 

Untuk tahun buku 2026, PTBA menargetkan:

 

Produksi: 49,55 juta ton

 

Penjualan: 49,51 juta ton

 

Angkutan: 41 juta ton

 

Stripping ratio: 5,63x

 

 

Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno, menegaskan bahwa perusahaan tetap optimistis menghadapi tantangan ke depan.

 

“Fondasi operasional yang solid menjadi kunci bagi Perseroan untuk menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan,” katanya.

 

Di tengah tekanan geopolitik global, termasuk dampak konflik di Selat Hormuz terhadap harga energi, PTBA menegaskan komitmennya untuk menjaga efisiensi dan fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar. (R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *