PALEMBANG, beritafaktanews.id//– Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2026 di Palembang, Sumatera Selatan, akan diwarnai aksi unjuk rasa oleh sekitar 1.000 buruh dari berbagai federasi dan konfederasi serikat pekerja.
Humas KASBI Sumsel, Cerah Buana, menyebutkan bahwa massa akan menyampaikan tujuh tuntutan utama dalam aksi tersebut.
“Ada sekitar 1.000 massa yang akan menggelar aksi May Day di Palembang. Ada tujuh tuntutan yang akan kami sampaikan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Adapun tujuh tuntutan tersebut meliputi:
Pertama, mendesak disahkannya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.
Kedua, menolak sistem outsourcing dan upah murah melalui tuntutan HOSTUM.
Ketiga, menuntut reformasi pajak, termasuk penghapusan pajak atas THR, bonus tahunan, JHT, dan pensiun.
Keempat, meminta pembentukan dewan pengupahan di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Kelima, menuntut pembayaran hak pekerja korban PHK serta penuntasan kasus pelanggaran hak normatif buruh di Sumsel.
Keenam, mendesak pengawas ketenagakerjaan dan PPNS Disnakertrans Sumsel memberikan sanksi tegas kepada pengusaha yang melanggar.
Ketujuh, meminta pencopotan pejabat Disnakertrans Sumsel yang dinilai tidak menjalankan tugas sesuai aturan hukum.
Aksi dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul di Benteng Kuto Besak (BKB). Massa kemudian akan melakukan long march dan konvoi menuju Kantor Gubernur Sumatera Selatan serta berlanjut ke DPRD Sumsel.
“Aksi dimulai dari pelataran BKB, kemudian long march ke Kantor Gubernur Sumsel dan dilanjutkan ke DPRD Sumsel,” jelas Cerah.
Sementara itu, Sekretaris DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumsel, Cecep Wahyudin, mengatakan peringatan May Day tahun ini akan dilakukan dengan dua pendekatan.
Menurutnya, selain aksi lapangan, pihaknya juga akan menggelar sarasehan bersama gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menyampaikan aspirasi buruh secara langsung.
“Aksi dilakukan dengan dua pola. KSPSI Sumsel akan mengikuti sarasehan dengan gubernur dan forkopimda, sementara aksi damai juga digelar di DPRD Sumsel sekitar pukul 14.00 WIB,” ujarnya.
(R01-R12-Red-BFN)


















