banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Cara Nabi Muhammad Rayakan Idulfitri: Sederhana, Penuh Makna, Dan Sarat Kebersamaan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Beritafaktanews.id//— Setiap masyarakat di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyemarakkan Hari Raya Idulfitri. Mulai dari tradisi sungkeman, berkumpul bersama keluarga, hingga berbagi uang kepada kerabat, semua telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat. Meski demikian, tidak seluruh tradisi tersebut bersumber langsung dari ajaran Islam.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara Nabi Muhammad merayakan Idulfitri?
Berdasarkan berbagai riwayat, perayaan Idulfitri pada masa Nabi berlangsung dengan nuansa yang lebih sederhana, namun tetap sarat makna spiritual dan sosial.

banner 325x300

Bahkan sejak malam hari, Nabi telah mempersiapkan diri untuk menyambut hari kemenangan tersebut.

Pada pagi hari Idulfitri, Nabi memulai aktivitas dengan mandi dan membersihkan diri, termasuk menggunakan siwak untuk menjaga kebersihan gigi. Ia kemudian mengenakan pakaian terbaik yang bersih dan rapi serta memakai wewangian.

Setelah itu, Nabi berangkat untuk melaksanakan Salat Id. Dalam perjalanan, beliau menyapa orang-orang dengan senyuman, mencerminkan kebahagiaan dan semangat kebersamaan. Usai salat, Nabi mengunjungi keluarga dan kerabat serta memperbanyak sedekah.

Bagi Nabi, esensi Idulfitri terletak pada kebersamaan dan saling memaafkan. Umat dianjurkan untuk berjabat tangan, berpelukan, serta saling mengucapkan selamat, baik kepada yang dikenal maupun yang belum dikenal.

Menariknya, Nabi juga membolehkan adanya hiburan dalam perayaan Idulfitri selama tetap berada dalam koridor nilai-nilai ibadah.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa beliau pernah menyaksikan anak-anak bermain dan masyarakat menikmati hiburan seperti tarian.

Dalam sebuah hadis, diceritakan bagaimana Nabi memperlihatkan pertunjukan tersebut kepada Aisyah, menunjukkan bahwa kegembiraan di hari raya merupakan bagian yang diperbolehkan.

Meski sempat menuai protes dari sebagian pihak, Nabi menegaskan bahwa setiap kaum memiliki cara masing-masing dalam merayakan hari besarnya. Selama tidak bertentangan dengan prinsip ajaran Islam, tradisi tersebut dapat diterima.

Dari sini dapat dipahami bahwa keberagaman tradisi Lebaran, termasuk di Indonesia seperti berbagi THR, membeli baju baru, atau sungkeman, bukanlah persoalan. Justru hal itu menjadi bagian dari kekayaan budaya dalam merayakan hari kemenangan, selama tetap menjaga nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *