HALMAHERA TIMUR – Kepala Desa Nyaolako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Joimsen, diduga mengirim pesan bernada sindiran kepada seorang wartawan setelah dirinya disorot dalam pemberitaan terkait ketidakhadirannya pada kegiatan evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Pesan tersebut berupa gambar berisi kutipan nasihat yang beredar melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan tersebut tertulis kalimat, “Jangan menganggap dirimu besar. Hari ini rumput yang tumbuh di bawah kakimu, besok akan tumbuh di atas makammu.”
Pesan itu dikirim Joimsen kepada seorang wartawan setelah sejumlah media memberitakan ketidakhadirannya dalam agenda evaluasi APBDes Desa Nyaolako yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Timur.
Tindakan tersebut menuai berbagai tanggapan. Pasalnya, alih-alih memberikan klarifikasi secara terbuka kepada media terkait ketidakhadirannya dalam kegiatan evaluasi tersebut, Joimsen justru menyampaikan pesan bernuansa nasihat yang dinilai menyindir profesi wartawan.
Dalam tugas jurnalistik, wartawan memiliki peran menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang dan berdasarkan fakta di lapangan. Pemberitaan terkait evaluasi APBDes merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam pengelolaan anggaran desa.
Sebelumnya, kegiatan evaluasi APBDes yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halmahera Timur di Kantor Kecamatan Wasile Tengah dihadiri oleh sejumlah kepala desa dan perangkat desa di wilayah tersebut. Namun, Kepala Desa Nyaolako dilaporkan tidak hadir dalam agenda penting tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Joimsen belum memberikan keterangan resmi terkait maksud pesan yang dikirimkan kepada wartawan maupun alasan ketidakhadirannya dalam kegiatan evaluasi APBDes yang dilaksanakan oleh DPMD Halmahera Timur.
Sejumlah pihak menilai pejabat publik seharusnya bersikap terbuka terhadap media, terutama ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa serta pengelolaan anggaran yang menjadi perhatian masyarakat.
















