banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Serangan Iran Luluhlantakkan Weizmann Institute, Puluhan Laboratorium Riset Musnah

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Berita Faktanews — Serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran dilaporkan menghantam kompleks penelitian milik Weizmann Institute of Science di Israel pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada salah satu pusat riset sains paling bergengsi di negara tersebut.

Institut yang dikenal sebagai pusat penelitian ilmu pengetahuan terkemuka di Israel itu dilaporkan mengalami kehancuran pada sejumlah fasilitas laboratorium.

banner 325x300

Gedung yang menampung berbagai laboratorium penelitian disebut runtuh seketika, mengakibatkan banyak hasil penelitian ilmiah yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun hilang tanpa jejak.

Weizmann Institute of Science didirikan pada tahun 1934 oleh ilmuwan terkemuka sekaligus Presiden pertama Israel, Chaim Weizmann. Sejak awal berdirinya, lembaga tersebut dirancang sebagai pusat penelitian multidisiplin kelas dunia di bidang ilmu pengetahuan alam dan sains.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Iran sengaja menargetkan institusi tersebut sebagai respons terhadap operasi Israel yang sebelumnya menewaskan beberapa ilmuwan nuklir Iran. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik antara kedua negara terkait program nuklir Teheran.

Akibat serangan tersebut, sekitar 45 laboratorium di kompleks penelitian itu dilaporkan hancur. Salah satunya adalah laboratorium milik Profesor Elad Tzahor yang selama ini meneliti bidang biologi jantung.

Seorang akademisi senior dari Weizmann Institute yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada media ekonomi Israel, Calcalist, bahwa biaya pembangunan fasilitas laboratorium kosong diperkirakan mencapai sekitar 50 juta dolar Amerika atau setara sekitar Rp820 miliar. Sementara untuk melengkapi peralatan penelitian di dalamnya, dibutuhkan tambahan dana sekitar 50 juta dolar.

“Ini adalah medan perang. Semua yang ada di lembaga kami yang indah itu kini tertutup pecahan kaca dan potongan logam,” ujar Tzahor seperti dikutip media The Times of Israel.

Tzahor diketahui telah bekerja di laboratorium tersebut selama lebih dari dua dekade. Ia menyebut berbagai sampel ilmiah penting seperti ribuan jaringan jantung hewan dan manusia, sampel DNA dan RNA, serta berbagai proses penelitian yang sedang berlangsung hilang akibat kehancuran tersebut.

Pasca-serangan, sejumlah mahasiswa dan peneliti dilaporkan berupaya menyelamatkan sisa-sisa penelitian mereka dari reruntuhan. Pakar biologi sel punca Jacob Hanna yang saat itu berada di luar negeri mengatakan kepada jurnal ilmiah Nature bahwa para mahasiswanya di kampus tersebut berusaha menyelamatkan ratusan tikus percobaan yang disimpan dalam kondisi beku serta jaringan sel manusia untuk kepentingan penelitian.

Kerusakan tidak hanya menimpa laboratorium individu. Sejumlah fasilitas penelitian bersama yang selama ini digunakan oleh berbagai tim ilmuwan juga dilaporkan rusak parah.

Peneliti Weizmann lainnya, Tslil Ast, mengatakan lembaga tersebut selama ini memiliki berbagai fasilitas penelitian dengan peralatan canggih dan berbiaya sangat mahal yang biasanya tidak dapat dimiliki oleh satu laboratorium secara mandiri.

“Banyak ilmuwan dan laboratorium mengandalkan peralatan tersebut untuk penelitian mereka. Sebagian besar fasilitas itu kini terdampak,” ujarnya.

Ast menambahkan, kehancuran sejumlah fasilitas di Weizmann Institute diperkirakan akan berdampak luas terhadap kelanjutan berbagai proyek penelitian yang melibatkan ilmuwan dari berbagai institusi.

Selain dikenal sebagai pusat penelitian sains, Weizmann Institute juga memiliki keterkaitan dengan industri pertahanan Israel. Seperti universitas lainnya di negara tersebut, sejumlah penelitian yang dilakukan memiliki kolaborasi dengan sektor teknologi militer.

Pada Juni 2023, klub teknologi kampus AMOTech menggelar diskusi mengenai riset dan pengembangan di industri pertahanan Israel.

Forum tersebut bertujuan menghubungkan para fisikawan dari kalangan akademisi dengan sektor industri.

Sementara pada Oktober 2024, Weizmann Institute juga mengumumkan kerja sama penelitian dengan perusahaan teknologi pertahanan Israel Elbit Systems untuk mengembangkan material inovatif yang terinspirasi dari sistem biologis dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi pertahanan.

Serangan terhadap pusat penelitian tersebut menjadi salah satu insiden yang menandai meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir semakin memanas dan melibatkan berbagai target strategis di kedua negara.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *