JAKARTA, Beritafaktanews.id//– Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melonjak 6,53% ke level Rp 3.100 pada akhir sesi I perdagangan Rabu (25/3/2026). Kenaikan ini terjadi seiring aksi beli besar oleh investor di pasar.
Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 91,49 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 19.613 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 279,64 miliar.
Lonjakan saham emiten batu bara pelat merah tersebut didorong aksi akumulasi. Data aplikasi Stockbit mencatat net buy mencapai Rp 76,7 miliar.
Dalam tiga bulan terakhir, saham PTBA juga menunjukkan tren penguatan signifikan dengan kenaikan mencapai 35,96%.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, perseroan belum merilis laporan keuangan tahunan untuk tahun buku 2025. Jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga belum diumumkan.
Penguatan saham PTBA dinilai tidak lepas dari sentimen musiman jelang pembagian dividen. Pada tahun buku 2024, perusahaan membagikan dividen sebesar Rp 3,82 triliun atau Rp 332,437 per saham, dengan rasio pembagian 75% dari laba bersih.
Dividen tersebut dibayarkan pada 11 Juli 2025, dengan cum date pada 20 Juni 2025. Menjelang periode tersebut, harga saham PTBA sempat menguat signifikan.
Tercatat, pada 21 Maret 2025 harga saham PTBA berada di level Rp 2.320, lalu naik 27,1% menjadi Rp 2.950 saat cum date dividen. Namun, setelah periode cum dividen berakhir, saham PTBA mengalami koreksi tajam.
(R01-R12-Red-BFN)






