JAKARTA, Beritafaktanews.id//— Saham emiten batu bara milik BUMN, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), tengah menunjukkan performa impresif. Dalam kurun tiga bulan terakhir, saham PTBA tercatat melesat 27,63%.
Berdasarkan data perdagangan, harga saham PTBA ditutup di level Rp2.910 pada 17 Maret 2026.
Kenaikan signifikan ini tidak terlepas dari aksi beli investor asing. Tercatat, dalam periode tiga bulan terakhir, investor asing membukukan net buy mencapai Rp685,46 miliar pada saham berkode PTBA.
Menariknya, penguatan saham ini terjadi di tengah belum dirilisnya laporan keuangan tahunan perseroan untuk tahun buku 2025. Selain itu, jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga masih belum diumumkan hingga saat ini.
Meski demikian, pergerakan saham PTBA terlihat mulai “memanas” menjelang musim pembagian dividen, yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor.
Sebagai gambaran, untuk tahun buku 2024, PT Bukit Asam Tbk membagikan dividen sebesar Rp3,82 triliun atau setara Rp332,437 per saham.
Dividen tersebut dibayarkan pada 11 Juli 2025, dengan tanggal cum date pada 20 Juni 2025.
Rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) mencapai 75% dari laba bersih, mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Fenomena kenaikan harga saham jelang dividen ini juga sempat terjadi pada tahun sebelumnya. Pada 21 Maret 2025, harga saham PTBA masih berada di level Rp2.320, kemudian naik 27,1% menjadi Rp2.950 pada 20 Juni 2025, bertepatan dengan cum date dividen.
Namun, setelah melewati periode cum dividen, saham PTBA mengalami tekanan dan bergerak turun tajam.
Kondisi ini mengindikasikan pola musiman (seasonality) pada saham PTBA, di mana harga cenderung menguat menjelang pembagian dividen dan berpotensi terkoreksi setelahnya.
(R01-R12-Red-BFN)






