banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Produksi Dan Penjualan Naik, PTBA Tetap Tertekan Harga Batu Bara Global

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Beritafaktanews.id//- Emiten batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA mencatat pertumbuhan operasional yang solid sepanjang 2025. Namun, tekanan harga batu bara global membuat pendapatan dan laba perseroan belum terdongkrak signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, volume produksi PTBA naik 9 persen secara tahunan menjadi 47,18 juta ton dari sebelumnya 43,28 juta ton. Volume angkutan juga meningkat 6 persen menjadi 40,43 juta ton dari 38,17 juta ton.

banner 325x300

Sementara itu, volume penjualan meningkat 6 persen menjadi 45,42 juta ton dari sebelumnya 42,89 juta ton. Penjualan domestik tumbuh 9 persen menjadi 24,74 juta ton, sedangkan ekspor naik 2 persen menjadi 20,68 juta ton.

Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA hingga akhir 2025 yakni Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, secara operasional perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan produksi dan penjualan di tengah tekanan harga batu bara global.

Namun demikian, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) PTBA turun 6 persen secara tahunan. Penurunan itu dipicu melemahnya harga batu bara global, di mana indeks Newcastle turun 22 persen dan ICI-3 turun 16 persen sepanjang 2025.

“Di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PT Bukit Asam (Persero) Tbk tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid,” ujar Arsal dalam keterangan resmi.

PTBA membukukan EBITDA sebesar Rp6,08 triliun dengan margin EBITDA di level 14 persen. Dari sisi pendapatan, perseroan mencatat Rp42,65 triliun sepanjang 2025, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, beban pokok pendapatan naik 5 persen menjadi Rp36,39 triliun, sejalan dengan kenaikan volume produksi dan angkutan. Kenaikan biaya juga dipengaruhi implementasi program B40 serta pencabutan subsidi FAME yang mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Di sisi neraca, total aset PTBA meningkat 5 persen menjadi Rp43,92 triliun pada akhir 2025. Liabilitas naik menjadi Rp21,30 triliun, sedangkan ekuitas relatif stabil di kisaran Rp22,62 triliun.

Arus kas dari aktivitas operasi tercatat naik 24 persen menjadi Rp6,26 triliun, mencerminkan perbaikan penerimaan pelanggan dan pengembalian pajak.

Sementara itu, belanja modal atau capex sepanjang 2025 mencapai Rp4,55 triliun atau sekitar 63 persen dari target tahunan. Mayoritas capex tersebut digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Meski operasional tumbuh, laba bersih PTBA tercatat turun tajam menjadi sekitar Rp2,93 triliun atau merosot lebih dari 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat pelemahan harga batu bara global dan kenaikan beban usaha.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *