banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Polres Tapteng Selidiki Temuan Mayat Pria Di Kamar Kios Sibabangun, Diduga Alami Benturan Di Kepala

banner 120x600
banner 468x60

TAPANULI TENGAH, Beritafaktanews.id//- Warga Kecamatan Sibabangun digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam sebuah kamar kios yang berada di Lingkungan VI, Kelurahan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 10.25 WIB.

Korban diketahui bernama Rusiakup (38), seorang wiraswasta yang juga bekerja sebagai tukang pijat refleksi dan merupakan warga setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Identifikasi (INAFIS) Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Tengah bersama personel Polsek Sibabangun langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

banner 325x300

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikal, S.K.M., S.I.K., M.I.K. melalui Kapolsek Sibabangun IPTU Totok CW, SH menjelaskan bahwa informasi awal diterima dari pihak keluarga korban yang menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.
“Setelah menerima laporan dari keluarga, personel Polsek Sibabangun bersama Tim INAFIS Polres Tapanuli Tengah segera menuju lokasi. Namun saat tiba di TKP, jenazah korban telah dipindahkan oleh pihak keluarga ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan,” jelas IPTU Totok.
Meski demikian, petugas tetap melakukan olah TKP secara menyeluruh guna mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengungkap penyebab kematian korban.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian milik korban berupa kemeja hitam dan celana pendek jeans, satu unit jam tangan merek D-Ziner, sepasang sandal, satu set kunci dan gembok, serta kasur busa dan bantal yang ditemukan memiliki bercak darah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal atau visum luar terhadap jenazah korban, ditemukan indikasi adanya benturan benda tumpul pada bagian kepala korban. Selain itu, petugas juga mencatat dua unit telepon genggam milik korban tidak ditemukan di lokasi kejadian.

Terkait upaya autopsi, pihak kepolisian telah melakukan komunikasi secara persuasif dengan keluarga korban. Namun keluarga, khususnya ibu kandung korban, menyatakan keberatan dan memilih untuk tidak dilakukan autopsi.
“Kami menghormati keputusan keluarga yang telah menyatakan keikhlasan dan menolak autopsi. Pernyataan tersebut juga sudah dituangkan dalam surat resmi,” tambah IPTU Totok.

Meski autopsi tidak dilakukan, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Saat ini garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian dan sejumlah saksi masih dimintai keterangan untuk memperjelas rangkaian peristiwa tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar dapat membantu proses penyelidikan dengan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *