banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Penjualan Batu Bara PTBA 2025 Naik 6 Persen

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Berita Faktanews.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 11,7 juta ton pada kuartal IV-2025 (4Q25). Angka tersebut turun 3 persen secara kuartalan (quarter on quarter/qoq), namun meningkat 1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dengan capaian tersebut, total volume penjualan batu bara PTBA sepanjang 2025 mencapai 45,4 juta ton atau tumbuh 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

banner 325x300

Sebanyak 52 persen dari total volume penjualan pada 4Q25 dialokasikan ke pasar ekspor yang tumbuh 24 persen qoq. Sementara itu, 48 persen sisanya dipasarkan ke dalam negeri dan mengalami penurunan 21 persen qoq.

Stockbit Sekuritas dalam risetnya, Selasa (10/2/2026), mencatat bahwa rasio kupasan tanah (stripping ratio) PTBA meningkat menjadi 6,3 kali pada 4Q25 dari sebelumnya 5,7 kali pada 3Q25. Namun secara tahunan, stripping ratio 2025 tercatat 6,1 kali, lebih rendah dibandingkan 2024 yang sebesar 6,2 kali serta di bawah target (guidance) 2025 yang mencapai 6,5 kali.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai kinerja PTBA relatif tahan banting di tengah tekanan harga komoditas. Hingga periode Januari–September 2025 (9M25), PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp31,3 triliun atau naik 2 persen yoy.

Kinerja pendapatan tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan batu bara, meskipun tertahan oleh penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP).

Di sisi lain, laba kotor PTBA tertekan 36 persen yoy menjadi Rp3,57 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan biaya pendapatan (cost of revenue) sebesar 11 persen yoy, yang dipicu oleh meningkatnya harga bahan bakar, biaya logistik, serta jasa pertambangan.

Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menyebutkan bahwa tekanan biaya dan harga jual batu bara menjadi faktor utama yang memengaruhi margin perusahaan.

Dari sisi prospek jangka panjang, proyek hilirisasi dimethyl ether (DME) dinilai dapat menjadi katalis positif bagi PTBA. Proyek tersebut diperkirakan mampu menyumbang laba tahunan sekitar Rp1,4 triliun hingga Rp2,3 triliun atau setara 10–20 persen dari laba perseroan.

Kiwoom Sekuritas menetapkan rekomendasi hold untuk saham PTBA dengan target harga Rp2.670 per saham, naik dari sebelumnya Rp2.610. Valuasi tersebut mencerminkan rasio price to earnings (P/E) sebesar 9,7 kali, EV/EBITDA 2,12 kali, serta price to book value (PBV) 1,26 kali.

Saat ini, saham PTBA diperdagangkan pada forward P/E sebesar 8,82 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang berada di kisaran 13 kali. Adapun estimasi PBV berada pada level 1,14 kali, sedikit di bawah rata-rata emiten sejenis sebesar 1,17 kali.

Kiwoom Sekuritas juga memperkirakan potensi imbal hasil dividen (dividend yield) PTBA sebesar 7,7 persen pada 2026 dan 5,7 persen pada 2027, dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 75 persen.
(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *