banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

China Disebut Mulai Dukung Iran, Beri Bantuan Finansial hingga Komponen Rudal

banner 120x600
banner 468x60

BERITA FAKTANEWS//-
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat seiring munculnya laporan bahwa China mulai memberikan dukungan kepada Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip laporan media internasional CNN, tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebutkan bahwa Beijing diduga telah menyalurkan bantuan dalam bentuk dukungan finansial, suku cadang pengganti, serta komponen yang berkaitan dengan sistem rudal Iran.

banner 325x300

Meski demikian, laporan itu menyebut pemerintah China masih berupaya menghindari keterlibatan langsung dalam konflik berskala besar di kawasan tersebut. Para pejabat di Amerika Serikat disebut tengah memantau secara intensif tanda-tanda perubahan sikap Beijing terhadap konflik tersebut.

China diketahui merupakan pembeli utama minyak mentah Iran. Di sisi lain, Beijing juga disebut telah mendesak Teheran untuk memastikan keamanan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Seorang sumber intelijen yang dikutip CNN mengatakan bahwa China berhati-hati dalam memberikan dukungan karena konflik yang semakin meluas dapat mengancam ketahanan energi negara tersebut.

Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa Rusia diduga turut membantu Iran dengan membagikan citra satelit dan data intelijen penargetan.

Informasi tersebut termasuk posisi serta pergerakan pasukan Amerika Serikat di kawasan. Namun, Central Intelligence Agency (CIA) menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Di lapangan, eskalasi konflik semakin memanas.

Pekan lalu dilaporkan enam tentara Amerika Serikat tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah serangan drone Iran yang menghantam wilayah Kuwait.

Iran juga disebut telah meluncurkan ribuan drone serang serta ratusan rudal yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat, kedutaan besar, dan sejumlah sasaran sipil. Di sisi lain, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menghantam lebih dari 2.000 lokasi di Iran.

Ketegangan meningkat tajam sejak serangan besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai target Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah serta beberapa kota di Israel.

Pada Ahad (8/3/2026), Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menghantam pusat penyulingan minyak Israel di Haifa menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan.

Menurut pernyataan IRGC yang dikutip media Al Mayadeen, serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Israel yang sebelumnya menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran.

Serangan itu juga disebut sebagai bagian dari gelombang ke-27 operasi militer Iran yang dinamakan “Janji Setia 4”, yang melibatkan peluncuran rudal dan drone terhadap berbagai target militer Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, IRGC mengklaim bahwa serangan drone Iran juga berhasil menghantam target militer Amerika Serikat di kawasan Marina dekat gedung Warner Bros di Dubai, Uni Emirat Arab.

Hingga kini, situasi di kawasan Timur Tengah masih terus memanas dengan potensi eskalasi konflik yang semakin luas.
(R01-R12-RED-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *