
Dukung Hilirisasi Bauksit, Perkuat Rantai Industri Nasional
KALIMANTAN BARAT, Beritafaktanews.id//— Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan sinyal akumulasi kuat dari investor asing menjelang libur Lebaran, khususnya pada periode perdagangan 16–17 Maret 2026.
Berdasarkan data Stockbit, broker ZP tercatat sebagai penampung dana asing terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp29,9 miliar pada harga rata-rata Rp2.900 per saham. Disusul broker KZ sebesar Rp12,2 miliar dan BK senilai Rp8,9 miliar di kisaran harga Rp2.893. Sementara broker AK juga mencatatkan pembelian Rp8,2 miliar di level Rp2.890.
Di sisi lain, tekanan jual relatif terbatas. Broker TP menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp3,4 miliar, diikuti YU sebesar Rp357,6 juta dan AG Rp145,2 juta. Adapun broker HD dan DX masing-masing mencatatkan penjualan Rp90,7 juta dan Rp57,8 juta.
Secara pergerakan harga, saham PTBA masih cenderung terbatas dalam jangka pendek. Pada penutupan perdagangan 17 Maret 2026, saham ini turun tipis 0,34 persen ke level Rp2.910 dan melemah dalam sepekan terakhir.
Namun demikian, tren menengah hingga panjang tetap menunjukkan penguatan. Dalam satu bulan terakhir, saham PTBA naik 11,07 persen, sementara dalam tiga bulan menguat 27,63 persen.
Secara year to date (YTD), kenaikan mencapai 25,97 persen dan dalam satu tahun terakhir menguat 25,43 persen.
Meski masih mencatat penurunan 22,40 persen dalam tiga tahun terakhir, secara jangka panjang selama 10 tahun saham ini tetap tumbuh signifikan hingga 113,97 persen.
Perkuat Hilirisasi Bauksit Nasional
Di sisi fundamental, PTBA terus memperkuat perannya dalam mendukung hilirisasi mineral nasional, khususnya pada proyek pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
Perusahaan berperan dalam penyediaan solusi energi (power solution) guna mendukung operasional smelter aluminium sebagai bagian dari ekosistem industri terintegrasi.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun, yang selanjutnya diolah menjadi 600 ribu ton aluminium.
Proyek ini juga diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 65.000 lapangan kerja, mencakup sektor pertambangan, industri turunan, hingga pengembangan infrastruktur dan UMKM.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari sinergi dalam Grup MIND ID untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
“PTBA berkomitmen mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing.
Ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
(R01-R12-Red-BFN)






