banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

PTBA Siapkan Capex Rp 3,6 Triliun di 2026, Laba Melonjak 105 Persen

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, beritafaktanews.id// – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 3,6 triliun pada tahun 2026. Hingga 31 Maret 2026, realisasi capex telah mencapai Rp 470 miliar.

 

banner 325x300

Mayoritas penggunaan dana tersebut difokuskan pada pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan guna memperkuat efisiensi distribusi logistik perseroan.

 

Di sisi kinerja keuangan, PTBA mencatatkan lonjakan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 801,79 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini meningkat signifikan 105 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 391,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Meski demikian, pendapatan perseroan tercatat sedikit terkoreksi sebesar 0,29 persen yoy menjadi Rp 9,93 triliun, dari sebelumnya Rp 9,96 triliun.

 

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyampaikan bahwa capaian tersebut diraih di tengah tantangan cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi pada awal tahun.

 

“Perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent, serta melanjutkan disiplin efisiensi dan selective mining yang mendorong perbaikan struktur biaya,” ujarnya.

 

Dari sisi operasional, beban pokok pendapatan berhasil ditekan sebesar 5,89 persen yoy menjadi Rp 8,38 triliun dari Rp 8,91 triliun. Hal ini berdampak pada peningkatan laba bruto sebesar 47,42 persen menjadi Rp 1,54 triliun dari Rp 1,05 triliun.

 

Sejalan dengan itu, laba usaha turut melonjak menjadi Rp 878,03 miliar dari Rp 442,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

 

Pada akhir kuartal I-2026, total aset PTBA tercatat sebesar Rp 43,23 triliun, turun sekitar 2 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 43,92 triliun.

 

Sementara itu, total liabilitas mengalami penurunan lebih dalam sebesar 8 persen menjadi Rp 19,56 triliun dari Rp 21,3 triliun. Di sisi lain, ekuitas meningkat 5 persen menjadi Rp 23,67 triliun dari Rp 22,62 triliun.

 

Kinerja ini mencerminkan ketahanan operasional perusahaan di tengah dinamika industri batu bara serta efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan manajemen.

 

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *