banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Ketua IPLI Angkat Suara: Nasib 540 THL Kota Metro Jangan Dibiarkan Terkubur oleh Kebijakan yang Membingungkan

banner 120x600
banner 468x60

Metro, Faktanews.id —  Polemik pemecatan ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) di Kota Metro terus berbuntut panjang dan penuh liku. Di tengah ketidakpastian nasib para pekerja honorer itu, Ketua IPLI Lampung, Hermansyah TR, SH, akhirnya angkat bicara dengan pernyataan sikap yang tegas dan keras, Sabtu (7/2/2026).

Hermansyah menilai, persoalan yang menimpa sekitar 540 pemuda Metro itu bukan sekadar soal administrasi kepegawaian, melainkan menyangkut masa depan anak-anak daerah yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun untuk pemerintah kota.

banner 325x300

“Ini bukan angka, ini manusia. Mereka anak-anak Metro, anak bangsa yang hanya ingin bekerja untuk hidup dan masa depannya. Jangan biarkan nasib mereka berakhir dalam kesuraman hanya karena kebijakan yang tidak jelas arahnya,” tegas Hermansyah.

Ia mempertanyakan dasar kebijakan yang berujung pada pemberhentian massal tersebut, terutama terhadap THL yang telah bekerja lebih dari lima tahun. Menurutnya, jika ada aturan yang melarang pengangkatan baru, maka seharusnya pekerja lama tidak serta-merta disingkirkan tanpa solusi yang adil.

“Kalau memang undang-undang melarang penerimaan baru, lalu bagaimana dengan mereka yang sudah bekerja bertahun-tahun? Apakah ada aturan yang menyebut mereka harus diberhentikan begitu saja? Ini yang harus dijelaskan secara terang kepada publik,” ujarnya.

Hermansyah juga menyayangkan adanya pernyataan yang terkesan mengancam, baik kepada para THL yang mengadu ke Polres Metro maupun kepada wartawan yang memberitakan persoalan tersebut.

Menurutnya, langkah itu justru memperkeruh situasi dan mencederai semangat keterbukaan.

“Pejabat publik itu harus siap diawasi dan dikritik. Itu bagian dari demokrasi. Jangan sampai ada kesan rakyat yang mencari keadilan justru dihadapkan pada ancaman laporan hukum,” kata dia.

Ia pun menyerukan kepada masyarakat Metro, para honorer, dan seluruh elemen bangsa agar tetap memperjuangkan keadilan secara konstitusional. Hermansyah berharap aparat penegak hukum dapat memproses laporan yang ada secara profesional dan transparan.

“Teman-teman honorer ini hanya minta keadilan. Mereka datang ke polisi bukan untuk membuat gaduh, tapi karena merasa diperlakukan tidak adil. Negara harus hadir untuk melindungi hak mereka,” tegasnya.

Menurut Hermansyah, polemik THL Kota Metro kini menjadi ujian bagi pemerintah daerah: apakah kebijakan akan berpihak pada nasib rakyat kecil, atau justru menambah daftar panjang kesuraman hidup para pencari kerja di kota tersebut.

“Ini momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan. Apakah akan berdiri bersama anak-anak Metro yang butuh pekerjaan, atau membiarkan mereka tenggelam dalam ketidakpastian,” pungkasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *