Jakarta, Beritafaktanews.id – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan rencana pembentukan batalyon olahraga di bawah Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Pusjaspermildas) TNI. Rencana tersebut muncul setelah prajurit TNI yang juga berstatus atlet berhasil menyumbangkan banyak medali pada ajang SEA Games Thailand 2025.
Panglima TNI menjelaskan, batalyon olahraga itu akan difungsikan sebagai wadah pembinaan bagi prajurit yang direkrut melalui jalur atlet, serta prajurit lain yang diproyeksikan untuk mengikuti berbagai kompetisi olahraga tingkat regional maupun internasional.
“Kebijakan dari Mabes TNI, kita merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga untuk dijadikan anggota militer. Ke depan, kita akan membentuk batalyon olahraga di bawah Pusjaspermildas,” ujar Jenderal Agus usai acara pemberian bonus bagi peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, Mabes TNI saat ini telah merekrut sejumlah atlet voli yang berlaga di kompetisi Proliga, serta atlet sepak bola yang bermain di Liga 1 dan Liga 2.
“Mereka ini nantinya akan menjadi cikal bakal atlet yang diproyeksikan mengikuti SEA Games dan ajang olahraga lainnya, termasuk Olimpiade,” kata Panglima.
Pada SEA Games Thailand 2025, prajurit TNI tercatat menyumbangkan 19 medali emas, 16 perak, dan 17 perunggu. Secara keseluruhan, Kontingen Indonesia meraih 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu pada ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Atas prestasi itu, Mabes TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada para prajurit atlet. Penghargaan khusus berupa kenaikan dua pangkat sekaligus diberikan kepada lifter Indonesia Rizki Juniansyah, yang tidak hanya meraih medali emas tetapi juga memecahkan dua rekor dunia pada angkatan clean and jerk 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram.
Rizki yang sebelumnya berpangkat letnan dua, mendapatkan kenaikan pangkat menjadi kapten.
“Selama saya menjabat sebagai Panglima TNI, ini baru pertama kali diberikan kenaikan dua pangkat sekaligus. Ini juga bagian dari pengembangan unit-unit baru TNI sesuai dengan dinamika lingkungan strategis global yang terus berubah,” ujar Jenderal Agus.
(R01-R12-Red-BFN)










