banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Kembali Garap Proyek DME pada 2026, Ini Tujuan PTBA

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Beritafaktanews – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana kembali menggarap proyek hilirisasi batubara melalui pengembangan gasifikasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) pada tahun 2026. Proyek ini diproyeksikan sebagai substitusi LPG impor dan bagian dari program strategis nasional.

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan melaksanakan enam proyek hilirisasi yang dijadwalkan mulai groundbreaking pada awal Februari 2026. Salah satu proyek tersebut adalah pengembangan DME berbasis batubara.

banner 325x300

Sebelumnya, PTBA sempat mengembangkan proyek DME, namun terhenti setelah mundurnya mitra strategis Air Products & Chemical asal Amerika Serikat.

Plh Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan perusahaan tetap berkomitmen mendukung kebijakan hilirisasi nasional guna meningkatkan nilai tambah batubara sekaligus memperkuat ketahanan energi.

“PTBA terus berkoordinasi intensif dengan MIND ID selaku induk holding, serta mengikuti arahan strategis pemerintah dan BPI Danantara. Kami juga terbuka terhadap peluang kolaborasi dengan mitra global yang memiliki keunggulan teknologi,” ujar Eko, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, PTBA telah menyiapkan cadangan batubara yang mencukupi untuk mendukung program hilirisasi jangka panjang. Namun, untuk alokasi cadangan tahap awal dan kebutuhan investasi proyek DME, perusahaan masih melakukan sinkronisasi dengan studi kelayakan terbaru.

PTBA menilai keberhasilan proyek hilirisasi, termasuk DME, membutuhkan ekosistem yang matang, kepastian teknologi, skema pendanaan yang kompetitif, serta dukungan regulasi yang kuat. Evaluasi proyek pun terus dilakukan secara komprehensif bersama para pemangku kepentingan.

“Fokus kami saat ini adalah memperkuat aspek teknis dan operasional sambil menunggu keputusan final terkait skema tata kelola investasi proyek DME,” ungkap Eko.

Ia optimistis, dengan sinergi kebijakan pemerintah, dukungan pendanaan pemegang saham, serta mitra strategis yang tepat, proyek DME dapat menjadi solusi penting dalam menekan ketergantungan energi impor.

Sementara itu, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai realisasi proyek DME pada awal 2026 berpotensi membebani arus kas jangka pendek PTBA, mengingat besarnya kebutuhan belanja modal pada fase konstruksi.

“Risiko proyek ini cukup tinggi, terutama dari sisi keekonomian harga jual DME dibandingkan LPG,” ujar Wafi.

Menurutnya, PTBA perlu menggandeng mitra dengan teknologi gasifikasi batubara yang telah teruji serta menerapkan skema pendanaan berbasis project financing. Selain itu, kepastian perjanjian penyerapan (offtake) dengan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) menjadi faktor krusial untuk menjamin kelayakan bisnis proyek tersebut.

Wafi menambahkan, prospek kinerja PTBA pada 2026 cenderung moderat seiring kebijakan pengurangan produksi batubara nasional yang berpotensi menekan volume penjualan, khususnya ekspor. Meski demikian, posisi PTBA sebagai pemasok utama batubara domestik dinilai masih menjadi penopang kinerja perusahaan.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *