banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250
Berita  

PT Bukit Asam dalam Sorotan: Klaim Hijau vs Bayang-Bayang Emisi Metana

PT Bukit Asam dalam Sorotan: Klaim Hijau vs Bayang-Bayang Emisi Metana

banner 120x600
banner 468x60

TERNATE, Beritafaktanews.id – Di tengah gemuruh sorotan global terhadap transisi energi bersih, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencoba menampilkan wajah hijau di balik bisnis batu bara. Klaim penurunan emisi karbon hingga 305 ribu ton CO₂e pada 2024 disebut sebagai bukti keseriusan perusahaan pelat merah ini.

Namun, di balik narasi tersebut, bayang-bayang gelap emisi metana masih membayangi. Gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global 80 kali lebih kuat dari CO₂ dalam jangka pendek itu belum masuk dalam perhitungan resmi PTBA maupun laporan pemerintah.

banner 325x300

Fakta Tersembunyi Emisi Metana

Think tank energi global Ember mengungkap, emisi metana dari tambang batu bara Indonesia bisa mencapai delapan kali lipat lebih tinggi dibanding laporan resmi.

“Metode estimasi lama selama ini menutupi besarnya permasalahan. Diperlukan pembaruan metode agar mitigasi bisa efektif,” ujar Dody Setiawan, Analis Senior Iklim dan Energi Ember Climate Indonesia.

Ironisnya, emisi metana yang menjadi “bom waktu” krisis iklim justru tidak masuk dalam catatan resmi PTBA.

Upaya Hijau yang Masih Mini

PTBA menampilkan sejumlah langkah hijau: efisiensi energi, reklamasi lahan bekas tambang, hingga pembangunan PLTS 100–200 MWp di Ombilin dan Tanjung Enim.

Namun, skala proyek ini masih dianggap kecil di tengah dominasi batu bara yang tetap menjadi napas utama bisnis. Analisis menunjukkan emisi Scope 3—yakni dari pemakaian batu bara oleh pelanggan PTBA—terus meningkat sejak 2021, meski sempat turun sedikit pada 2023.

Dampak Sosial yang Terlupakan

Di luar emisi, penambangan batu bara meninggalkan beban sosial. Penelitian Aerosol and Air Quality Research (2024) mencatat prevalensi penyakit paru hitam (black lung disease) pada penambang Indonesia mencapai 13,88 persen.

Di Tanjung Enim, penelitian lain juga menemukan paparan radioaktivitas alami, yang menambah kekhawatiran bagi kesehatan masyarakat sekitar tambang. Fakta ini jarang tercermin dalam laporan resmi perusahaan.

Menuju Net Zero 2060: Jalan Masih Panjang

PTBA menargetkan net zero emission 2060. Wakil Presiden Sustainability PTBA, Rizky Prasetyo, mengakui tantangan besar pengelolaan emisi metana.
“Kami terus berinvestasi dalam teknologi pengukuran dan mitigasi untuk mendukung target net zero emission,” ujarnya.

Namun, kritik dari pengamat dan laporan independen menegaskan perlunya transparansi dan integrasi data emisi yang lebih akurat.

PTBA kini berada di persimpangan jalan: antara menjaga ketahanan energi nasional atau sungguh-sungguh berkontribusi pada mitigasi krisis iklim global.

Pilihan yang diambil hari ini akan menentukan jejak sosial dan lingkungan yang ditinggalkan untuk generasi mendatang.
(R01-R12-BFN)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *