Washington, Berita Faktanews//- Lebih dari 36.000 warga Amerika Serikat dilaporkan meninggalkan kawasan Timur Tengah sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Hal tersebut disampaikan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yang menyebut puluhan ribu warga tersebut telah berhasil kembali dengan selamat.
Asisten Menteri Luar Negeri Dylan Johnson mengatakan pemerintah AS telah memberikan bantuan langsung kepada sekitar 23.000 warga negara Amerika yang berada di luar negeri, termasuk panduan keamanan dan bantuan perjalanan.
“Kami juga telah mengoperasikan lebih dari dua lusin penerbangan charter untuk mengevakuasi ribuan warga Amerika dari Timur Tengah,” ujar Johnson dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari CBS News, Selasa (10/3/2026).
Meski demikian, Johnson menjelaskan sebagian besar warga Amerika yang meminta panduan dari pemerintah justru memilih tidak menggunakan bantuan evakuasi resmi.
“Sebagian besar warga Amerika yang meminta panduan telah menolak bantuan yang ditawarkan, memilih tetap tinggal di negara tersebut atau memesan penerbangan komersial,” katanya.
Pemerintah AS saat ini juga meminta warga negaranya yang berada di sejumlah negara Timur Tengah—seperti Oman, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Israel—untuk segera melaporkan kondisi mereka apabila membutuhkan bantuan perjalanan.
Warga yang memerlukan bantuan diminta mengisi Crisis Intake Form yang disediakan oleh Departemen Luar Negeri AS agar proses bantuan dan evakuasi dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri terus memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah serta berdampak pada keamanan warga sipil dari berbagai negara.
(R01-R12-Red-Red)












